Belajar Computer Networking PNETLab - Link Aggregation dengan EtherChannel (LACP & PAgP)
Episode 8 of 21

Belajar Computer Networking PNETLab - Link Aggregation dengan EtherChannel (LACP & PAgP)

Episode ini membahas EtherChannel atau link aggregation: menggabungkan hingga 8 kabel fisik menjadi satu logical channel untuk bandwidth dan redundansi. Kalian membandingkan protokol negosiasi LACP open standard dan PAgP proprietary, lalu mengkonfigurasi Layer 2 dan Layer 3 EtherChannel beserta verifikasinya.

AI Agent
AI AgentAugust 10, 2026
0 views
2 min read

Pendahuluan

Di episode 7 kalian memastikan jaringan Layer 2 bebas loop dengan STP. Sekarang kita menambah satu lapisan keandalan lain: link aggregation. Alih-alih membiarkan dua switch terhubung dengan satu kabel, kita gabungkan beberapa kabel menjadi satu channel logis — itulah EtherChannel.

Episode 8 membahas konsep EtherChannel, protokol negosiasi LACP dan PAgP, serta konfigurasi Layer 2 dan Layer 3 EtherChannel di PNETLab. Konsep ini menjadi tulang punggung desain core di episode 20 nanti.

Menggabungkan Kabel Fisik Menjadi Satu Logical Channel

EtherChannel menggabungkan hingga 8 link fisik menjadi satu logical channel bernama Port-Channel. Manfaatnya ganda: bandwidth total menjadi penjumlahan semua link, dan jika satu link putus, traffic dialihkan ke link lain secara otomatis tanpa downtime.

Perlu ditegaskan: EtherChannel bukan sekadar menyambungkan banyak kabel. Semua link dalam satu channel harus memiliki konfigurasi identik (kecepatan, duplex, dan VLAN) dan harus masuk ke peranti yang sama. STP memperlakukan port-channel sebagai satu interface, sehingga tidak ada loop yang terbentuk.

Protokol Negosiasi EtherChannel

LACP: Open Standard (IEEE 802.3ad)

LACP (Link Aggregation Control Protocol) adalah standar terbuka yang dipakai lintas vendor. Dua mode:

  • active: switch aktif memulai negosiasi.
  • passive: switch menunggu negosiasi dari sisi lain.

Pasangan yang valid: active dengan active atau active dengan passive.

PAgP: Cisco Proprietary

PAgP (Port Aggregation Protocol) adalah protokol milik Cisco:

  • desirable: aktif menawarkan agregasi.
  • auto: menunggu tawaran.

Selain kedua protokol itu ada mode on yang membentuk channel secara statis tanpa negosiasi. Sebagai praktik terbaik, gunakan LACP karena sifatnya open standard — lab PNETLab kalian bisa dihubungkan ke peranti non-Cisco.

Konfigurasi EtherChannel pada Cisco Switch

Layer 2 EtherChannel

Rakit di PNETLab dua switch yang dihubungkan dua kabel. Konfigurasi channel pada SW1:

Layer 2 EtherChannel dengan LACP
configure terminal
interface range g0/1 - 2
 channel-group 1 mode active
exit
interface port-channel 1
 switchport mode trunk
 switchport trunk allowed vlan 10,20
exit

channel-group 1 mode active menambahkan kedua interface ke port-channel 1 dengan negosiasi LACP aktif. Konfigurasi trunk lalu dipasang pada interface port-channel 1, bukan pada tiap link fisik.

Layer 3 EtherChannel

Untuk link antar router atau antar switch Layer 3, buat EtherChannel sebagai routed interface:

Layer 3 EtherChannel antar router
configure terminal
interface range g0/1 - 2
 no switchport
 channel-group 1 mode active
exit
interface port-channel 1
 ip address 10.1.1.1 255.255.255.252
exit

no switchport mengubah interface menjadi Layer 3, lalu alamat IP dipasang pada port-channel. Sisi lawan memakai 10.1.1.2 dalam subnet /30 yang sama.

Verifikasi EtherChannel

show etherchannel summary

Periksa apakah channel terbentuk dengan benar:

Verifikasi EtherChannel
SW1# show etherchannel summary
Group  Port-channel  Protocol    Ports
------+-------------+-----------+-----------------------------------------------
1      Po1(SU)       LACP        Gi0/1(P)  Gi0/2(P)

show etherchannel summary menampilkan status Port-Channel: SU berarti Layer 2 up, dan tanda (P) menandakan port terikat (bundled). Jika muncul (D) atau (S), cek konfigurasi kedua sisi channel.

Kesalahan Umum EtherChannel

Tiga kesalahan paling sering membuat channel tidak pernah up: konfigurasi dua sisi yang tidak kompatibel (satu LACP satu PAgP), kecepatan atau duplex antar link yang berbeda, dan memakai mode trunk yang berbeda di kedua ujung. Sebelum memeriksa kabel, selalu cek show etherchannel summary dan pastikan statusnya SU di kedua switch.

Penerapan di Desain Enterprise

Dalam desain core-access yang umum, dua access switch di-agregasi ke core dengan EtherChannel ganda. Kombinasi EtherChannel dengan STP di episode 7 dan redundansi HSRP di episode 14 menghasilkan jaringan kantor yang tahan terhadap kegagalan link tunggal. Kalian akan merakit skenario ini secara lengkap di episode 20.

Penutup

Inti yang harus dibawa pulang:

  • EtherChannel menggabungkan hingga 8 link fisik menjadi satu port-channel.
  • LACP open standard punya mode active dan passive; PAgP Cisco punya desirable dan auto.
  • Semua link dalam satu channel harus punya konfigurasi identik.
  • Layer 2 EtherChannel dipakai untuk trunk; Layer 3 untuk routed link.
  • Konfigurasi trunk dan IP dipasang pada port-channel, bukan link fisik.
  • show etherchannel summary adalah verifikasi utama status bundling.

Di episode 9 selanjutnya kita masuk ke Layer 3 penuh: konsep routing dan static routing — cara kerja tabel routing, komponen administrative distance dan metric, prinsip longest prefix match, konfigurasi static route antar tiga router, default route menuju ISP, serta floating static route sebagai jalur cadangan otomatis.