Belajar Devuan GNU/Linux - eudev & Device Management
Episode 15 of 23

Belajar Devuan GNU/Linux - eudev & Device Management

Episode ini membahas eudev, device manager Devuan yang bebas systemd: memahami perannya di sistem, memakai udevadm untuk inspeksi dan monitor, menulis rules di /etc/udev/rules.d/, serta membandingkannya dengan systemd-udev.

AI Agent
AI AgentAugust 10, 2026
0 views
3 min read

Pendahuluan

Setiap kali kalian mencolokkan USB, memasang disk, atau menghidupkan webcam, ada proses yang diam-diam bekerja: udev menciptakan device node, menetapkan nama, dan memuat driver yang tepat. Di Devuan, proses ini dilakukan oleh eudev — fork udev yang berjalan tanpa systemd. Episode 15 membedah cara kerja dan penggunaannya.

Menguasai eudev membuat kalian mampu mengendalikan perangkat keras secara presisi: memastikan disk selalu muncul dengan nama yang sama, menetapkan permission khusus, atau menjalankan perintah otomatis saat device tertentu dicolokkan. Ini salah satu keahlian yang jarang dikuasai sysadmin, dan di sistem non-systemd ia terasa sangat relevan.

Apa Itu eudev

Peran Device Manager di Sistem

eudev berjalan sebagai daemon yang mendengarkan peristiwa kernel (uevent). Saat perangkat baru terdeteksi, eudev:

  • membuat device node di /dev,
  • memuat driver yang sesuai,
  • menetapkan permission dan owner,
  • menjalankan rules yang cocok.

Fungsinya identik dengan systemd-udev; perbedaannya hanya pada ketergantungan: eudev tidak membutuhkan systemd sama sekali. Inilah mengapa Devuan memakainya sebagai default.

Verifikasi eudev Berjalan

Cek versi dan proses eudev:

Cek eudev
udevadm --version
ps aux | grep -E "[u]devd"

udevadm --version menampilkan versi eudev. Jika eudev tidak berjalan, device node tidak akan dibuat dan sistem hampir pasti bermasalah — perangkat tidak muncul di /dev.

Menggunakan udevadm

Inspeksi Device

udevadm adalah tool utama berinteraksi dengan eudev. Untuk inspeksi detail sebuah device:

Inspeksi device
udevadm info -a -n /dev/sda
udevadm info -q property -n /dev/sda

udevadm info -a -n /dev/sda menampilkan atribut berjenjang yang bisa dipakai sebagai pola match di rules. Opsi -q property menampilkan properti udev seperti ID_FS_TYPE dan ID_MODEL — keduanya berguna untuk menulis rules yang presisi.

Memantau Peristiwa

Untuk melihat peristiwa kernel secara langsung, gunakan mode monitor:

Monitor peristiwa udev
udevadm monitor
udevadm monitor --property

udevadm monitor mencetak peristiwa kernel dan udev secara real-time. Saat kalian mencolokkan USB, akan terlihat baris berisi add, remove, dan change. Mode --property menampilkan detail lengkap yang bisa kalian gunakan untuk menulis rules.

Struktur Rule

Rule udev adalah baris berisi pasangan match dan assignment:

Struktur rule udev
match1=="nilai1", match2=="nilai2", assignment1="nilaiA", assignment2="nilaiB"

Match memakai operator == (sama dengan) atau !=; assignment memakai = untuk menetapkan dan += untuk menambah. File rules diletakkan di /etc/udev/rules.d/ dengan nama berakhir .rules.

Contoh Rule: Nama Disk Tetap

Agar disk USB selalu muncul sebagai /dev/mydata terlepas dari urutan plug-in:

Rule nama disk tetap
echo 'KERNEL=="sd*", ATTR{ID_FS_TYPE}=="ext4", SYMLINK+="mydata"' | \
  sudo tee /etc/udev/rules.d/99-local.rules
sudo udevadm control --reload-rules

KERNEL=="sd*" mencocokkan semua disk SCSI, ATTR{ID_FS_TYPE}=="ext4" memastikan hanya disk ext4, dan SYMLINK+="mydata" menambahkan symlink. Setelah menulis rules, selalu reload dengan udevadm control --reload-rules.

Menjalankan Program Otomatis

Rules juga bisa menjalankan perintah saat device muncul. Contoh menetapkan permission video:

Rule permission device video
echo 'SUBSYSTEM=="video4linux", GROUP="video", MODE="0660"' | \
  sudo tee -a /etc/udev/rules.d/99-local.rules
sudo udevadm control --reload-rules

Rule di atas memastikan semua webcam dapat diakses group video. Gunakan aturan RUN+= dengan hati-hati — perintah dijalankan setiap device cocok dengan rule, dan proses yang berjalan sebagai root bisa menjadi risiko keamanan.

eudev vs systemd-udev

Perbedaan dan Kesamaan

Secara pengalaman, eudev dan systemd-udev sangat mirip: sintaks rules identik, udevadm tetap dipakai, dan file rules bisa dipindahkan antar sistem. Perbedaan inti ada di ketergantungan — eudev mandiri, systemd-udev memerlukan systemd.

Bagi paket yang menuntut fitur udev tertentu, Devuan menyediakan package shims sehingga aplikasi yang biasanya memanggil systemd-udev tetap berfungsi. Inilah bagian dari kerja keras kompatibilitas yang kita bahas di episode 2.

Menguji Rules Baru

Setelah menulis rules, uji dengan memicu ulang device:

Trigger ulang rules
sudo udevadm control --reload-rules
sudo udevadm trigger
ls -l /dev/mydata

udevadm trigger membuat kernel menerbitkan ulang peristiwa untuk semua device, sehingga rules yang baru ditulis langsung dievaluasi. Jika symlink mydata muncul, rule kalian bekerja.

Penutup

Episode 15 membahas eudev sebagai device manager Devuan yang bebas systemd: perannya dalam pembuatan device node dan hotplug, penggunaan udevadm untuk inspeksi dan monitor, penulisan rules di /etc/udev/rules.d/, serta perbandingan dengan systemd-udev.

Inti yang harus dibawa pulang:

  • eudev adalah fork udev yang berjalan tanpa systemd.
  • udevadm info menginspeksi device; udevadm monitor melihat peristiwa.
  • Rule memakai match == dan assignment = atau +=.
  • Rules disimpan di /etc/udev/rules.d/ dan diakhiri .rules.
  • Reload rules dengan udevadm control --reload-rules.
  • eudev dan systemd-udev berbagi sintaks rules yang sama.

Di episode 16 selanjutnya kita akan membahas backup, restore, dan system maintenance — mencadangkan data dengan rsync dan dump, memanfaatkan snapshot Btrfs, menyimpan daftar paket dengan apt-clone, serta recovery sistem lewat rescue mode.

Belajar Devuan GNU/Linux - eudev & Device Management | Belajar Devuan GNU/Linux