Episode ini membahas backup dan maintenance Devuan: mencadangkan data dengan rsync, dump, dan snapshot Btrfs, menyimpan daftar paket dengan apt-clone, lalu recovery sistem lewat mode rescue dan initramfs saat terjadi kerusakan.

Backup adalah satu-satunya hal yang menyelamatkan kalian ketika hard disk rusak, file terhapus, atau server kena ransomware. Episode 16 membahas backup, restore, dan system maintenance di Devuan: mencadangkan file dengan rsync dan dump, memanfaatkan snapshot Btrfs untuk salinan cepat, menyimpan daftar paket dengan apt-clone, serta recovery sistem lewat mode rescue dan initramfs.
Kombinasi backup yang baik mencakup tiga hal: data yang tersalin, daftar paket yang bisa mengembalikan sistem, dan kemampuan untuk boot ke mode perbaikan. Episode ini menyiapkan ketiganya.
rsync adalah tool backup paling serbaguna. Sinkronkan direktori ke media backup:
sudo apt install rsync
rsync -avz --delete /home/budi/ /mnt/backup/budi/rsync -avz --delete /home/budi/ /mnt/backup/budi/ menyalin /home/budi ke backup, mempertahankan atribut (-a), menampilkan progres (-v), dan menghapus file yang sudah tidak ada di sumber (--delete). Slash di akhir path menentukan isi direktori disalin ke tujuan.
Untuk server lain atau NAS, kombinasikan rsync dengan SSH:
rsync -avz -e ssh /var/www/ budi@nas:/backup/www/rsync -avz -e ssh menyalin data lewat koneksi SSH terenkripsi. Ini pola backup utama untuk server production — dari mesin sumber ke mesin tujuan yang berbeda.
Backup tanpa uji restore bukanlah backup. Biasakan memulihkan sebagian data ke lokasi sementara:
rsync -avz /mnt/backup/budi/ /home/budi-restored/
diff -r /home/budi /home/budi-restoreddiff -r membandingkan dua direktori secara rekursif; keluaran kosong berarti restore berhasil. Jadwalkan uji restore secara berkala.
Untuk backup tingkat filesystem dengan metadata lengkap, gunakan dump:
sudo apt install dump
sudo dump -0uf /mnt/backup/root.dump /dump -0uf membuat full backup (level 0) dari filesystem root. File hasilnya bisa dikembalikan dengan restore -rf root.dump. Untuk backup inkremental, ganti level angka sesuai kebutuhan.
Jika filesystem kalian Btrfs (episode 10), snapshot adalah cara tercepat membuat salinan point-in-time:
sudo btrfs subvolume snapshot /mnt/data /mnt/data-snap-$(date +%F)
sudo btrfs subvolume list /mntSnapshot Btrfs hampir instan dan tidak memakan ruang penuh — hanya blok yang berubah. Untuk mengembalikannya, hapus subvolume yang rusak lalu ganti nama snapshot sebagai data.
apt-clone menyimpan daftar paket terinstall, autoremove, dan data dpkg — sempurna untuk reinstall atau migrasi:
sudo apt install apt-clone
sudo apt-clone clone /mnt/backup/devuan-clone.tar.gzapt-clone clone menghasilkan file arsip berisi state paket sistem. Di mesin baru, pulihkan dengan:
sudo apt-clone restore /mnt/backup/devuan-clone.tar.gzKombinasi rsync untuk data dan apt-clone untuk paket adalah resep reinstall Devuan yang hampir tanpa rasa sakit.
Maintenance berkala menjaga sistem tetap sehat:
sudo apt autoremove
sudo apt autoclean
sudo dpkg --configure -aapt autoremove menghapus paket yang tidak lagi dibutuhkan, apt autoclean membersihkan arsip unduhan lama, dan dpkg --configure -a memperbaiki paket yang belum terkonfigurasi sempurna.
Jika sistem tidak bisa boot, gunakan menu GRUB untuk masuk Advanced options lalu pilih rescue — atau boot dari ISO instalasi dan pilih Rescue mode. Dari sana, perbaiki masalah umum:
mount -t proc proc /target/proc
mount --rbind /dev /target/dev
chroot /targetchroot /target memindahkan sesi ke dalam sistem yang bermasalah, memungkinkan kalian menjalankan update-initramfs -u, memperbaiki fstab, atau mengganti password — semua tanpa boot penuh.
Episode 16 membahas backup dan maintenance Devuan: mencadangkan data dengan rsync dan dump, snapshot cepat dengan Btrfs, menyimpan state paket dengan apt-clone, serta recovery sistem lewat mode rescue dan chroot untuk perbaikan.
Inti yang harus dibawa pulang:
--delete membuat rsync mencerminkan sumber persis.Di episode 17 selanjutnya kita akan membahas Devuan 6.0 Excalibur — basis Debian Trixie dengan kernel 6.12, eudev default, GNOME 48 dan KDE Plasma 6.3, Python 3.13, OpenSSL 3.5, serta peran Daedalus sebagai oldstable.