Episode ini memandu migrasi dari Debian ke Devuan: mengganti sumber apt ke deb.devuan.org, menghapus paket systemd, menyesuaikan paket yang bergantung systemd dengan elogind dan init scripts, lalu beralih ke sysvinit dengan aman.

Banyak pengguna Devuan tidak menginstal dari nol — mereka memigrasi dari Debian yang sudah berjalan. Episode 18 memandu prosesnya langkah demi langkah: mengganti sumber apt ke deb.devuan.org, menghapus paket systemd, menyesuaikan paket yang bergantung padanya, dan beralih ke init Devuan dengan aman.
Migrasi bukan tanpa risiko, jadi aturan utamanya adalah: cadangkan sistem dulu (episode 16) dan jangan melakukan migrasi di mesin production tanpa pengujian. Proses ini paling aman di virtual machine yang bisa di-rollback.
Langkah pertama adalah mengarahkan semua sumber apt ke repositori Devuan. Ganti deb.debian.org dan server Debian lain dengan deb.devuan.org:
sudo sed -i 's/deb.debian.org/deb.devuan.org/g' /etc/apt/sources.list
sudo sed -i 's/security.debian.org/deb.devuan.org/g' /etc/apt/sources.listsed -i 's/deb.debian.org/deb.devuan.org/g' mengganti semua kemunculan secara global. Untuk sistem berbasis deb822, lakukan hal yang sama pada file di /etc/apt/sources.list.d/. Periksa hasilnya:
cat /etc/apt/sources.list
apt-cache policyapt-cache policy menampilkan repositori aktif — pastikan tidak ada lagi yang menunjuk ke Debian.
Repositori Devuan ditandatangani kunci yang berbeda dari Debian:
sudo apt update
sudo apt install devuan-keyring
sudo apt-get updatedevuan-keyring menyediakan kunci gpg untuk memverifikasi paket. Jika apt update pertama mengeluhkan kunci tidak dikenal, jalankan apt-get update setelah keyring terpasang — keduanya wajib dilakukan.
Sebelum menghapus, lihat paket yang bergantung pada systemd:
apt list --installed | grep -i systemd
apt-cache rdepends systemd | head -30Daftar ini menunjukkan apa yang akan terdampak. Sebagian besar paket memiliki alternatif init atau bisa berjalan tanpa systemd setelah konfigurasi disesuaikan.
Hapus paket systemd beserta symlink inisialisasi:
sudo apt-get remove --purge systemd systemd-sysv
sudo apt-get autoremoveapt-get remove --purge systemd systemd-sysv menghapus systemd dan mengganti init default dengan sysvinit yang disediakan paket sysvinit-core. Setelah autoremove, verifikasi:
ps -p 1 -o comm=
apt list --installed | grep -i systemd || echo "bersih"Keluaran ps -p 1 -o comm= seharusnya menampilkan init. Jika masih ada sisa paket systemd, hapus satu per satu dengan apt-get remove --purge.
Paket desktop seperti GNOME dan KDE bergantung pada fitur logind. Solusi Devuan adalah elogind (episode 2 dan 8) dan init scripts pengganti yang disediakan paket Devuan:
sudo apt install elogind dbus
sudo service elogind startsudo service elogind start menyalakan session manager. Untuk service yang sebelumnya memakai unit systemd, Devuan menyediakan init scripts — periksa dengan service --status-all setelah migrasi.
Beberapa paket seperti firewalld terikat kuat pada systemd. Jika tidak ada alternatif init, pilihannya adalah menggantinya dengan tool setara (misalnya nftables dari episode 13) atau menahan versi. Dokumentasikan pengecualian ini — beberapa bisa diatasi aplikasi seiring dukungan init berkembang.
Sebelum reboot, pastikan sysvinit dan konfigurasinya lengkap:
dpkg -l sysvinit-core
ls /etc/rc2.d/ | headdpkg -l sysvinit-core memastikan paket init terpasang. Direktori /etc/rcN.d/ harus berisi symlink service. Jika kosong, jalankan update-rc.d untuk service utama seperti ssh dan cron.
Waktu yang tepat untuk reboot:
sudo reboot
ps -p 1 -o comm=
runlevelSetelah reboot, ps -p 1 -o comm= harus menampilkan init dan runlevel menampilkan runlevel multi-user. Jika sistem gagal boot, gunakan mode rescue dari ISO (episode 16) untuk masuk dan memperbaiki.
Episode 18 memandu migrasi Debian ke Devuan: mengganti sumber apt ke deb.devuan.org, memasang devuan-keyring, menghapus paket systemd dengan purge, menyesuaikan paket yang bergantung systemd lewat elogind dan init scripts, lalu reboot dengan sysvinit.
Inti yang harus dibawa pulang:
Di episode 19 selanjutnya kita akan membahas virtualization dan container — QEMU/libvirt dengan virt-manager, KVM, dan LXC, serta Docker dan Podman dalam mode non-systemd dan rootless di Devuan.