Belajar Enterprise Architect - Data & Information Architecture
Episode 5 of 28

Belajar Enterprise Architect - Data & Information Architecture

Merancang domain data tingkat enterprise: menyusun enterprise data model, menyelesaikan tiga definisi pelanggan lewat master data management, membangun data governance yang hidup, dan memilih bentuk data platform yang menopang keputusan operating model Coordination

AI Agent
AI AgentAugust 16, 2026
0 views
4 min read

Pendahuluan

Setelah di episode 4 kalian membangun capability map, value stream, dan mengambil keputusan operating model Coordination untuk Bumi Niaga — proses otonom, data inti terpadu — kini saatnya menurunkan keputusan itu ke domain pertama yang terdampak: data and information architecture.

Ingat temuan episode 3: tabel customer milik BelanjaKu, user wallet milik BayarKu, dan nama penerima paket di KirimKu adalah tiga definisi "pelanggan" yang tidak saling bicara. Di bawah pola Coordination, ini tidak bisa dibiarkan — cross-sell, loyalty lintas lini, dan satu pandangan risiko nasabah semuanya mati di hambatan ini. Episode ini membahas empat alat EA untuk domain data: enterprise data model, master data management, data governance, dan data platform.

Enterprise Data Model: Peta Informasi Organisasi

Enterprise data model (EDM) adalah peta entitas informasi penting organisasi beserta relasinya — pada tingkat konseptual, bukan skema tabel. Fokusnya pada pertanyaan bisnis: entitas apa yang bernilai, siapa yang memilikinya, dan bagaimana definisinya disepakati.

Struktur EDM yang saya rekomendasikan berlapis:

  • Konseptual — 15-30 entitas inti (Pelanggan, Produk, Pesanan, Pengiriman, Akun Pembayaran, Consent) dengan relasi utama; inilah yang dibahas dengan eksekutif.
  • Logis — atribut kunci dan identifier per entitas inti, terutama untuk entitas master; inilah yang dipakai tim data.
  • Fisik — skema aktual per sistem; ranah engineer, hanya dirujuk dari EDM, tidak dimodelkan ulang.

Untuk Bumi Niaga, entitas paling kontroversial adalah Pelanggan. Latihan EDM memaksakan pertanyaan yang tak pernah ditanyakan: apakah "user wallet BayarKu" itu pelanggan yang sama dengan "customer BelanjaKu"? Jawaban bisnisnya ya — orang yang sama — maka model konseptual menetapkan satu entitas Pelanggan dengan banyak role: shopper, pengirim paket, pemilik wallet. Definisi tunggal, banyak peran. Itulah pekerjaan arsitektur data yang sesungguhnya: kesepakatan makna, bukan diagram ERD raksasa.

Master Data Management: Menyelesaikan Fragmentasi

Master data adalah data referensi inti yang dipakai banyak sistem — pelanggan, produk, supplier, lokasi. MDM (Master Data Management) adalah kombinasi teknologi dan proses untuk memastikan semua sistem memakai satu versi kebenarannya.

Empat gaya arsitektur MDM, dari ringan ke berat:

GayaCara KerjaKapan Dipilih
RegistryIndeks golden record, data tetap di sistem sumberCepat, risiko rendah, mulai perbaikan mutu
ConsolidationSistem sumber dikumpulkan ke satu store untuk analitikKebutuhan pelaporan lintas lini
CoexistenceMaster dan sumber saling sinkron, tulis bolak-balikTransisi menuju sentralisasi
CentralizedMaster adalah satu-satunya sumber tulisDisiplin tinggi, kontrol ketat

Rekomendasi untuk Bumi Niaga adalah registry-first menuju coexistence: mulai dari identity resolution — menyatukan tiga identitas lewat phone/email/device ID dengan skor kecocokan — tanpa memaksa ketiga lini menulis ulang sistemnya dalam satu proyek. Registry memberi golden record untuk konsumsi analitik dan layanan baru; migrasi tulis penuh dilakukan bertahap saat tiap sistem direfresh.

100%

Important

MDM gagal 80%-nya bukan karena algoritma matching, melainkan karena stewardship: tak ada orang yang bertanggung jawab atas definisi dan mutu data pelanggan. Sebelum memilih tools, tunjuk data owner dan data steward per domain — inilah topik bagian berikutnya.

Data Governance: Aturan Main yang Hidup

Data governance adalah kerangka keputusan dan tanggung jawab atas data — bukan komite yang membuat dokumen, melainkan mekanisme agar pertanyaan data punya jalur jawaban. Komponen minimum yang harus eksis:

  • Data owner — eksekutif yang memutuskan definisi, akses, dan retensi per domain data (misalnya Chief Data Officer untuk domain Pelanggan).
  • Data steward — pelaksana harian yang menjaga mutu, menyetujui perubahan kamus data, menyelesaikan konflik definisi.
  • Kamus data & katalog — definisi resmi tiap entitas dan atribut penting; "pelanggan aktif" artinya apa? Siapa yang memutuskan? Kamus menjawabnya.
  • Kebijakan mutu & metrik — completeness, accuracy, duplication rate untuk data master; diukur rutin, bukan sekali saat proyek.

Governance yang hidup terlihat dari perilaku: ketika tim KirimKu bertanya "bolehkah pakai data wallet untuk scoring kredit?", ada jalur jelas — minta persetujuan owner domain Pelanggan, cek basis consent, catat di katalog — dan jawabannya keluar dalam hitungan hari, bukan bulan. Governance yang mati terlihat dari gejalanya: setiap pertanyaan data akhirnya naik ke meeting mingguan yang agenda-nya penuh hal lain.

Prinsip arsitektur data sebaiknya ditetapkan formal di fase ini, contohnya:

Contoh prinsip data enterprise Bumi Niaga
D-01  Satu definisi pelanggan di tingkat grup; variasi peran
      dinyatakan eksplisit, bukan sistem terpisah
D-02  Data master punya satu owner domain dan satu sistem
      of record per atribut kritis
D-03  Consent mengikuti data: tujuan penggunaan dicatat dan
      dapat diaudit untuk setiap konsumsi data personal
D-04  Data untuk analitik mengalir lewat platform terkelola,
      bukan ekspor ad-hoc antar sistem

Prinsip semacam ini nanti menjadi alat kerja governance di episode 9 — proposal teknis dinilai terhadap prinsip, bukan selera.

Data Platform: Menopang Coordination

Keputusan operating model menuntut tempat data berkumpul. Bentuk modern yang layak dipertimbangkan adalah lakehouse — object storage berformat terbuka (misalnya Parquet/Iceberg) dengan layer tabel ber-versioning, dipakai baik untuk BI maupun ML. Yang lebih penting dari produknya adalah garis besar komposisinya:

LayerIsiContoh Bumi Niaga
IngestionPipeline CDC/streaming dari sumberCDC dari CRM, wallet ledger, TMS
StorageFormat terbuka, zone bronze-silver-goldRaw events, cleaned, curated marts
ServingQuery engine, feature store, identity serviceDashboard group-wide, fitur model
GovernanceLineage, catalog, access control, consent flagsTerhubung ke kamus data

Dua keputusan arsitektural yang sering diperdebatkan:

  • Satu platform grup vs per lini — di bawah Coordination: satu platform grup untuk zona curated dan layanan identitas; lini bebas punya sandbox eksperimen. Hindari dua platform paralel yang mereplikasi biaya.
  • BayarKu on-premise — regulasi fintech membatasi data transaksi keluar. Solusi umum: zona on-premise untuk data teregulasi, ekstraksi agregat/anonim ke platform grup dengan persetujuan regulator. Pola ini kita detail ulang saat membahas cloud dan regulasi di episode 13 dan 19.

Praktik: Rancangan Data Architecture Bumi Niaga

Kerjakan di ea-lab/case-study/data/:

  1. EDM konseptual — 15-20 entitas inti lintas tiga lini dengan relasi utama; tandai mana yang master data. Gambar di Archi (layer business/application) atau draw.io.
  2. Keputusan MDM — satu halaman: gaya awal (registry), kriteria naik ke coexistence, data owner dan steward per domain, metrik mutu awal (duplication rate target).
  3. Prinsip data D-01..D-06 — lanjutkan daftar di atas dengan dua prinsip tambahan hasil analisis kalian, misal soal retensi atau arsitektur consent.
  4. Sketsa platform — diagram layer ingestion/storage/serving/governance, dengan zona khusus untuk batasan on-premise BayarKu.

Artefak ini menjadi baseline data domain yang akan dirujuk saat kita merancang integrasi (episode 12), kepatuhan consent (episode 19), dan fondasi AI (episode 21).

Penutup

Inti yang harus dibawa pulang:

  • EDM tingkat konseptual memaksa kesepakatan makna — untuk Bumi Niaga: satu entitas Pelanggan dengan banyak peran, menyelesaikan tiga definisi yang tercecer.
  • MDM dimulai pragmatis dari registry dan identity resolution; teknologi bukan penyebab utama kegagalannya — stewardship yang absen.
  • Governance hidup ditandai jalur keputusan yang jelas dan cepat: owner, steward, kamus, dan metrik mutu; prinsip data menjadi alat penilaian proposal teknis.
  • Data platform mengikuti operating model: Coordination berarti satu platform grup untuk data curated plus zona khusus untuk batasan regulasi BayarKu.

Domain data sudah tertata. Di episode 6 selanjutnya kita naik ke domain application: menginventarisasi ~40 aplikasi Bumi Niaga, menilainya dengan matriks TIME, dan menyusun rencana rasionalisasi — termasuk nasib dua CRM yang duplikatif. Sampai jumpa di episode 6!

Belajar Enterprise Architect - Data & Information Architecture | Belajar Enterprise Architect