Belajar Enterprise Architect dari dasar hingga siap praktik: pre-requisites skill & setup environment, peran & scope, EA frameworks TOGAF Zachman & ArchiMate, architecture domains, business architecture, data & information architecture, application portfolio, technology architecture, strategy & roadmapping, architecture governance, EA repository & documentation, stakeholder & communication, enterprise integration, cloud & hybrid enterprise, security & compliance EA, cost & FinOps enterprise, vendor & licensing strategy, digital transformation, enterprise security strategy, regulatory architecture, resilience & continuity, AI enterprise architecture, EA & agile/product, merger acquisition & divestiture, sustainability architecture, EA maturity & value, ekosistem & tren modern 2026, hingga roadmap karir & refleksi akhir dengan total 28 episode.
Sebelum merancang arsitektur sebuah organisasi, kalian butuh fondasi yang lebih lebar dari architect biasa: kecakapan arsitektur teknis, literasi bisnis, dan enterprise-wide thinking. Di episode ini kalian juga menyiapkan tool EA seperti Archi dan draw.io, workspace dokumentasi, serta studi kasus grup usaha fiktif yang dipakai sepanjang series

Mengenal peran Enterprise Architect secara utuh: apa yang dikerjakan sehari-hari, bedanya dengan Solution dan Software Architect, scope tanggung jawab lintas organisasi dari strategi sampai governance, posisinya dalam struktur perusahaan, serta mengapa EA menjadi kunci AI adoption dan digital transformation di 2026

Membedah tiga pilar formal enterprise architecture: siklus TOGAF ADM dari Preliminary hingga fase H, ontologi 36 kotak Zachman, dan notasi ArchiMate sebagai bahasa gambar EA — lengkap dengan cara memilih serta memangkas framework sesuai ukuran organisasi agar terhindar dari framework theater

Mengenal empat domain arsitektur enterprise — business, data, application, dan technology — plus security sebagai cross-cutting concern: apa fokus tiap domain, artefak khasnya, bagaimana ketergantungan antar-domain bekerja, dan praktik pertama domain mapping pada studi kasus PT Bumi Niaga

Menyelam domain pertama dan paling fundamental: membangun capability map bertingkat L1-L3, membaca value stream sebagai bahasa komunikasi dengan bisnis, dan mengambil keputusan operating model ala Ross-Weill-Robertson yang menentukan arah integrasi ketiga lini PT Bumi Niaga

Merancang domain data tingkat enterprise: menyusun enterprise data model, menyelesaikan tiga definisi pelanggan lewat master data management, membangun data governance yang hidup, dan memilih bentuk data platform yang menopang keputusan operating model Coordination

Merapikan domain application: menyusun inventaris aplikasi yang akurat, menilai portofolio dengan matriks TIME (tolerate-invest- migrate-eliminate), menjalankan rasionalisasi terhadap aplikasi duplikatif Bumi Niaga, dan menerjemahkannya menjadi roadmap aplikasi

Menuntaskan domain keempat: merumuskan strategi infrastruktur dan cloud lintas AWS-GCP-on-premise, menetapkan technology standards yang ditaati bukan diabaikan, mengelola risiko obsolescence, dan menyusun tech roadmap untuk PT Bumi Niaga

Menerjemahkan strategi bisnis menjadi IT strategy dan roadmap enterprise: teknik mengekstrak strategic themes dari dokumen strategi, menyusun transition states bertahap, dan membangun EA roadmap yang meyakinkan dewan direksi PT Bumi Niaga

Mendesain mesin pengawal arsitektur: membangun Architecture Review Board yang efektif, menetapkan prinsip dan policy yang benar-benar ditegakkan, serta merancang alur intake dan exception agar governance menjadi pengawal kecepatan bukan rem birokrasi
