Scrum mastery melampaui mengikuti ritual — ia memahami tujuan di balik setiap ceremony. Di episode ini kita bedah sprint planning, daily standup, backlog grooming, sprint review, dan retro secara mendalam

Kita memasuki Fase 3 — Workloads, Configuration & Data Management. Setelah memahami fondasi di Fase 1 & 2, sekarang kita mendalami praktik spesifik. Di episode ini kita fokus pada Agile & Scrum Mastery — bukan sekadar mengikuti ritual, tetapi memahami mengapa setiap ceremony ada dan bagaimana melakukannya dengan efektif.
Menentukan apa yang akan dikerjakan dalam sprint dan bagaimana mengerjakannya.
| Sprint Length | Planning Duration |
|---|---|
| 1 minggu | 2-4 jam |
| 2 minggu | 4-8 jam |
| 4 minggu | 1-2 hari |
Setiap anggota tim menjawab tiga pertanyaan dalam 1-2 menit:
Memastikan backlog ready untuk sprint berikutnya:
Biasanya di pertengahan sprint, 1-2 jam per sesi.
Demo hasil kerja ke stakeholder dan mendapatkan feedback.
| Agenda | Durasi |
|---|---|
| Demo hasil kerja | 30-45 menit |
| Feedback dari stakeholder | 15-30 menit |
| Review velocity & burndown | 10 menit |
| Adjust backlog | 15 menit |
Selain "went well / could improve", coba format lain:
| Format | Deskripsi |
|---|---|
| 4Ls | Liked, Learned, Lacked, Longed For |
| Sailboat | Wind (helped), Anchor (hindered), Island (goal) |
| Mad/Sad/Glad | Emosi yang dirasakan tim |
Tip
Retro yang efektif menghasilkan 2-3 action items spesifik yang bisa ditindaklanjuti. Jangan membuat 10 action items — itu terlalu banyak untuk diingat apalagi dieksekusi. Fokus pada beberapa perubahan kecil yang konsisten.
Inti yang harus dibawa pulang:
Di episode 13 selanjutnya kita akan membahas Kanban & Flow Management — WIP limits, cycle time, dan continuous delivery. Scrum bukan satu-satunya cara menjalankan Agile!