PMO memastikan konsistensi dan best practices lintas proyek. Di episode ini kita pelajari PMO roles, portfolio prioritization, capacity planning, dan governance untuk mengelola portofolio proyek secara efektif

Setelah di episode 13 kita mempelajari Kanban, pada episode ini kita naik ke level PMO & Portfolio Management — bagaimana mengelola banyak proyek secara strategis. PMO (Project Management Office) memastikan semua proyek berjalan dengan standar yang konsisten.
| Tipe | Deskripsi | Cocok Untuk |
|---|---|---|
| Supportive | Menyediakan template & training | Organisasi kecil |
| Controlling | Mengatur standar & compliance | Organisasi menengah |
| Directive | Mengontrol proyek secara langsung | Organisasi besar |
| Prioritas | Deskripsi | Contoh |
|---|---|---|
| Must Have | Wajib ada untuk launch | Core CI/CD pipeline |
| Should Harus | Penting tapi bisa ditunda | Monitoring dashboard |
| Could Have | Nice to have | Advanced analytics |
| Won't Have | Tidak termasuk di release ini | Mobile app integration |
| Low Effort | High Effort | |
|---|---|---|
| High Value | Quick Wins | Major Projects |
| Low Value | Fill-ins | Thankless Tasks |
Team Capacity: 40 jam/minggu x 4 minggu = 160 jam/bulan
Allocation:
- BAU (business as usual): 40% = 64 jam
- Proyek A: 30% = 48 jam
- Proyek B: 20% = 32 jam
- Buffer: 10% = 16 jam
Status: OVER-ALLOCATED by 16 jam
Action: Reduce Proyek B scope or add resourceWarning
Capacity planning harus dilakukan sebelum memulai proyek, bukan di tengah jalan. Over-allocation yang terlambat teridentifikasi akan mengakibatkan burnout dan kualitas yang menurun.
Inti yang harus dibawa pulang:
Di episode 15 selanjutnya kita akan membahas quality management — QA plan, acceptance criteria, dan defect management.