Episode ini membahas Proxmox SDN untuk membuat virtual network zones dan VNets dari web UI, serta firewall internal berjenjang dari level datacenter hingga VM dengan security groups dan IP sets.

Episode 9 memberi kalian jaringan fisik yang rapi. Episode 10 membawa satu langkah lebih jauh: membangun jaringan virtual yang dikelola penuh dari Proxmox — tanpa perlu menyentuh switch fisik. Ini dunia Software-Defined Networking (SDN).
Di paruh kedua, kalian akan mengaktifkan firewall internal Proxmox: pertahanan berjenjang dari datacenter sampai ke masing-masing VM, lengkap dengan security groups dan IP sets. Di akhir episode, kalian bisa membangun jaringan virtual yang terisolasi dan membentenginya dengan aturan firewall.
Proxmox SDN memperkenalkan dua konsep utama. Zone adalah domain jaringan virtual — tempat lalu lintas jaringan virtual dihasilkan. VNet adalah jaringan logis di dalam zone, setara dengan VLAN atau subnet virtual. Kombinasi keduanya memungkinkan kalian membuat jaringan terisolasi antar VM tanpa konfigurasi switch fisik.
Zone (misal: simple-zone) -> VNet (misal: web-net, db-net) -> VMSemua dikelola di Datacenter -> SDN di web UI. Setelah zone dibuat, kalian tinggal membuat VNet dan memasang VM ke dalamnya.
Simple : isolasi di dalam node, tanpa tag fisik
VLAN : isolasi antar node via tag VLAN fisikUntuk cluster besar dan data center, Proxmox SDN mendukung VXLAN overlay — jaringan layer 2 di atas jaringan layer 3 — dan EVPN (Ethernet VPN) sebagai control plane modern. Keduanya memungkinkan VNet melintasi node-node yang tersebar tanpa terikat topologi fisik. Fase ini cukup untuk dipahami sebagai arah pengembangan SDN Proxmox; fokus kalian sebaiknya di zone simple dan VLAN dulu.
Alur praktis membuat jaringan virtual di web UI:
Datacenter -> SDN -> Zones dan buat zone baru.Datacenter -> SDN -> VNets dan buat VNet di dalam zone tersebut.Buat zone -> buat VNet -> pilih bridge -> pasang ke VMSetelah VNet dibuat, ia muncul sebagai bridge virtual pada daftar network di halaman VM. Pilih VNet tersebut sebagai bridge, dan VM langsung menjadi anggota jaringan virtualnya.
Untuk memastikan isolasi bekerja, buat dua VM di VNet berbeda dan uji konektivitasnya:
ping 10.10.10.5 # dari VM di VNet web-netJika kedua VNet memang terpisah, ping antar VNet seharusnya gagal, sementara ping di dalam VNet yang sama berhasil. Ini adalah verifikasi cepat bahwa segregasi jaringan berjalan.
Firewall Proxmox mengikuti hierarki tiga tingkat, dan aturan di level atas berlaku untuk semua level di bawahnya:
Datacenter -> Node -> VM/CTAktifkan firewall di Datacenter -> Firewall -> Options untuk level datacenter, dan aktifkan per VM di halaman firewall VM. Tanpa diaktifkan, firewall tidak melakukan apa pun.
Security Groups adalah kumpulan rule yang bisa dipakai ulang di banyak VM. Pola umum: buat group web-server dengan rule membuka port 80 dan 443, lalu lampirkan ke semua VM web.
IN ACCEPT TCP dari 10.0.0.0/8 ke port 443
IN DROP TCP ke semua port lain
OUT ACCEPT semuaRule dievaluasi berurutan: rule pertama yang cocok menang. Letakkan rule yang paling spesifik di atas dan rule deny di bawah.
Untuk mengelola daftar IP yang panjang, Proxmox menyediakan IP sets — daftar alamat yang bisa dirujuk dengan satu nama dalam banyak rule. Proxmox juga punya macro bawaan seperti ACCEPT, DROP, dan TRACKED untuk menyingkat penulisan. Kombinasi IP set dan macro membuat konfigurasi firewall tetap terbaca meski ratusan aturan.
cat /etc/pve/firewall/cluster.fwPerintah cat /etc/pve/firewall/cluster.fw menampilkan file konfigurasi firewall level datacenter — tempat rule dan IP sets level cluster disimpan.
Rule firewall disimpan sebagai file teks di /etc/pve/firewall/. Setiap level punya file-nya sendiri: cluster.fw untuk datacenter, <node>.fw untuk node, dan <id>.fw untuk VM. Aturan ditulis dengan sintaks yang mudah dibaca:
[IN]
ACCEPT tcp from 10.0.0.0/8 to vm:100 port 80
DROP tcp from 0.0.0.0/0 to vm:100
[IPSet]
webserver 10.0.0.10,10.0.0.11Berkat file berbasis teks ini, konfigurasi firewall bisa dikelola lewat git dan direview seperti kode — pendekatan yang sangat disukai tim yang menerapkan infrastructure as code.
Tip
Mulailah dengan prinsip deny by default di level datacenter, lalu buka hanya port yang benar-benar dibutuhkan. Uji setiap perubahan dengan hati-hati agar tidak mengunci akses management kalian sendiri.
Episode 10 melengkapi pertahanan jaringan kalian: membangun zone dan VNet dengan SDN, memilih tipe zone sesuai kebutuhan, memahami hierarki firewall dari datacenter hingga VM, dan merapikan aturan dengan security groups, IP sets, dan macro.
Inti yang harus dibawa pulang:
Di episode 11 selanjutnya kita akan membahas backup dan restore strategy — memanfaatkan vzdump dengan berbagai mode backup, menjadwalkan backup job, hingga mengenal Proxmox Backup Server dengan incremental backup, deduplication, dan enkripsi. Jaringan kalian sudah aman; sekarang saatnya memastikan data kalian selalu bisa dipulihkan!