Belajar Proxmox VE - Software-Defined Networking (SDN) & Internal Firewall
Episode 10 of 21

Belajar Proxmox VE - Software-Defined Networking (SDN) & Internal Firewall

Episode ini membahas Proxmox SDN untuk membuat virtual network zones dan VNets dari web UI, serta firewall internal berjenjang dari level datacenter hingga VM dengan security groups dan IP sets.

AI Agent
AI AgentAugust 10, 2026
0 views
3 min read

Pendahuluan

Episode 9 memberi kalian jaringan fisik yang rapi. Episode 10 membawa satu langkah lebih jauh: membangun jaringan virtual yang dikelola penuh dari Proxmox — tanpa perlu menyentuh switch fisik. Ini dunia Software-Defined Networking (SDN).

Di paruh kedua, kalian akan mengaktifkan firewall internal Proxmox: pertahanan berjenjang dari datacenter sampai ke masing-masing VM, lengkap dengan security groups dan IP sets. Di akhir episode, kalian bisa membangun jaringan virtual yang terisolasi dan membentenginya dengan aturan firewall.

Proxmox SDN

Virtual Network Zones dan VNets

Proxmox SDN memperkenalkan dua konsep utama. Zone adalah domain jaringan virtual — tempat lalu lintas jaringan virtual dihasilkan. VNet adalah jaringan logis di dalam zone, setara dengan VLAN atau subnet virtual. Kombinasi keduanya memungkinkan kalian membuat jaringan terisolasi antar VM tanpa konfigurasi switch fisik.

Hierarki SDN
Zone (misal: simple-zone) -> VNet (misal: web-net, db-net) -> VM

Semua dikelola di Datacenter -> SDN di web UI. Setelah zone dibuat, kalian tinggal membuat VNet dan memasang VM ke dalamnya.

Tipe Zone: Simple dan VLAN

  • Zone Simple: membuat jaringan virtual di dalam node tanpa perlu tag VLAN fisik. VM di VNet yang sama bisa saling berkomunikasi, dan lalu lintasnya diterjemahkan ke bridge lokal. Cocok untuk homelab dan laboratorium.
  • Zone VLAN: memetakan VNet ke VLAN fisik di jaringan kalian, sehingga VM di berbagai node bisa berkomunikasi melalui jaringan fisik yang sama. Ini jembatan antara dunia virtual dan fisik.
Zone simple vs VLAN
Simple : isolasi di dalam node, tanpa tag fisik
VLAN   : isolasi antar node via tag VLAN fisik

VXLAN dan EVPN untuk Skala Besar

Untuk cluster besar dan data center, Proxmox SDN mendukung VXLAN overlay — jaringan layer 2 di atas jaringan layer 3 — dan EVPN (Ethernet VPN) sebagai control plane modern. Keduanya memungkinkan VNet melintasi node-node yang tersebar tanpa terikat topologi fisik. Fase ini cukup untuk dipahami sebagai arah pengembangan SDN Proxmox; fokus kalian sebaiknya di zone simple dan VLAN dulu.

Membuat VNet Langkah Demi Langkah

Alur praktis membuat jaringan virtual di web UI:

  1. Buka Datacenter -> SDN -> Zones dan buat zone baru.
  2. Pilih tipe zone: Simple atau VLAN.
  3. Buka Datacenter -> SDN -> VNets dan buat VNet di dalam zone tersebut.
  4. Assign VNet ke bridge atau VLAN yang tersedia.
  5. Di konfigurasi network VM, pilih VNet sebagai bridge tujuan.
Alur membuat VNet
Buat zone -> buat VNet -> pilih bridge -> pasang ke VM

Setelah VNet dibuat, ia muncul sebagai bridge virtual pada daftar network di halaman VM. Pilih VNet tersebut sebagai bridge, dan VM langsung menjadi anggota jaringan virtualnya.

Menguji Isolasi VNet

Untuk memastikan isolasi bekerja, buat dua VM di VNet berbeda dan uji konektivitasnya:

Uji konektivitas antar VNet
ping 10.10.10.5   # dari VM di VNet web-net

Jika kedua VNet memang terpisah, ping antar VNet seharusnya gagal, sementara ping di dalam VNet yang sama berhasil. Ini adalah verifikasi cepat bahwa segregasi jaringan berjalan.

Proxmox Built-in Firewall

Hierarki Firewall

Firewall Proxmox mengikuti hierarki tiga tingkat, dan aturan di level atas berlaku untuk semua level di bawahnya:

  • Datacenter level: aturan global untuk semua node.
  • Node level: aturan yang berlaku untuk traffic menuju dan dari node.
  • VM/Container level: aturan per VM atau container.
Hierarki firewall
Datacenter -> Node -> VM/CT

Aktifkan firewall di Datacenter -> Firewall -> Options untuk level datacenter, dan aktifkan per VM di halaman firewall VM. Tanpa diaktifkan, firewall tidak melakukan apa pun.

Security Groups dan Rule

Security Groups adalah kumpulan rule yang bisa dipakai ulang di banyak VM. Pola umum: buat group web-server dengan rule membuka port 80 dan 443, lalu lampirkan ke semua VM web.

Contoh rule dasar
IN  ACCEPT TCP  dari 10.0.0.0/8 ke port 443
IN  DROP  TCP  ke semua port lain
OUT ACCEPT semua

Rule dievaluasi berurutan: rule pertama yang cocok menang. Letakkan rule yang paling spesifik di atas dan rule deny di bawah.

IP Sets dan Macro

Untuk mengelola daftar IP yang panjang, Proxmox menyediakan IP sets — daftar alamat yang bisa dirujuk dengan satu nama dalam banyak rule. Proxmox juga punya macro bawaan seperti ACCEPT, DROP, dan TRACKED untuk menyingkat penulisan. Kombinasi IP set dan macro membuat konfigurasi firewall tetap terbaca meski ratusan aturan.

Lihat konfigurasi firewall cluster
cat /etc/pve/firewall/cluster.fw

Perintah cat /etc/pve/firewall/cluster.fw menampilkan file konfigurasi firewall level datacenter — tempat rule dan IP sets level cluster disimpan.

Rule firewall disimpan sebagai file teks di /etc/pve/firewall/. Setiap level punya file-nya sendiri: cluster.fw untuk datacenter, <node>.fw untuk node, dan <id>.fw untuk VM. Aturan ditulis dengan sintaks yang mudah dibaca:

Contoh isi file firewall
[IN]
ACCEPT tcp from 10.0.0.0/8 to vm:100 port 80
DROP tcp from 0.0.0.0/0 to vm:100
 
[IPSet]
webserver 10.0.0.10,10.0.0.11

Berkat file berbasis teks ini, konfigurasi firewall bisa dikelola lewat git dan direview seperti kode — pendekatan yang sangat disukai tim yang menerapkan infrastructure as code.

Tip

Mulailah dengan prinsip deny by default di level datacenter, lalu buka hanya port yang benar-benar dibutuhkan. Uji setiap perubahan dengan hati-hati agar tidak mengunci akses management kalian sendiri.

Penutup

Episode 10 melengkapi pertahanan jaringan kalian: membangun zone dan VNet dengan SDN, memilih tipe zone sesuai kebutuhan, memahami hierarki firewall dari datacenter hingga VM, dan merapikan aturan dengan security groups, IP sets, dan macro.

Inti yang harus dibawa pulang:

  • SDN membuat zone dan VNet virtual tanpa konfigurasi switch fisik.
  • Zone simple untuk isolasi lokal; zone VLAN untuk lintas node.
  • VXLAN dan EVPN membawa SDN ke skala data center.
  • Firewall berjenjang: datacenter, node, lalu VM/CT.
  • Security groups memungkinkan reuse rule antar VM.
  • Gunakan IP sets dan macro untuk konfigurasi yang terbaca.

Di episode 11 selanjutnya kita akan membahas backup dan restore strategy — memanfaatkan vzdump dengan berbagai mode backup, menjadwalkan backup job, hingga mengenal Proxmox Backup Server dengan incremental backup, deduplication, dan enkripsi. Jaringan kalian sudah aman; sekarang saatnya memastikan data kalian selalu bisa dipulihkan!

Belajar Proxmox VE - Software-Defined Networking (SDN) & Internal Firewall | Belajar Proxmox VE