Episode ini membahas tool backup bawaan vzdump, mode backup snapshot, suspend, dan stop, format backup VMA dan tar, backup job terjadwal, serta fitur unggulan Proxmox Backup Server seperti incremental backup, deduplication, dan enkripsi.

Semua kehebatan infrastruktur — cluster, HA, storage terdistribusi — akan sia-sia jika data tidak bisa dipulihkan saat terjadi bencana. Backup bukan pelengkap; dia adalah syarat utama operasional. Episode 11 mengajarkan kalian strategi backup yang benar di Proxmox.
Kita akan menguasai vzdump sebagai tool backup bawaan, memahami mode backup yang tersedia, menjadwalkan backup otomatis, lalu mengenal Proxmox Backup Server (PBS) sebagai solusi backup kelas enterprise dengan incremental backup dan deduplication.
vzdump adalah tool backup bawaan Proxmox untuk VM dan container. Dia mendukung tiga mode:
snapshot : tanpa downtime, default
suspend : jeda singkat, konsistensi penuh
stop : downtime, paling konsistenUntuk mayoritas beban kerja, mode snapshot adalah pilihan yang tepat.
Hasil backup tersimpan dalam dua format:
.vma: format arsip Proxmox untuk VM — menyimpan seluruh disk virtual dengan metadata..tar: format arsip untuk LXC container — berisi seluruh rootfs container.vzdump 100 --mode snapshot --compress zstdPerintah vzdump 100 --mode snapshot --compress zstd membackup VM 100 dalam mode snapshot dengan kompresi zstd. Hasilnya tersimpan di storage yang mendukung content type backup, biasanya /var/lib/vz/dump/.
Backup manual tidak cukup untuk operasional yang serius. Di web UI, buka Datacenter -> Backup -> Add untuk membuat backup job: pilih VM atau container yang di-backup, storage tujuan, jadwal (misal setiap malam pukul 02.00), retention, dan mode. Proxmox akan menjalankannya otomatis sesuai jadwal.
Restore adalah kebalikan dari backup — dan lebih jarang diuji, sehingga banyak tim yang lupa caranya. Di Proxmox, restore bisa dilakukan dari tab Backups pada storage, atau lewat CLI:
qmrestore /var/lib/vz/dump/vzdump-qemu-100-2026_08_10-02_00_00.vma.zst 100Perintah qmrestore memulihkan VM 100 ke state saat backup. Pastikan VM target tidak sedang berjalan, atau gunakan VM ID baru untuk restore sebagai salinan.
Menjaga backup selamanya bukan solusi — penyimpanan terbatas dan biaya membengkak. Tetapkan retention policy: berapa banyak backup yang disimpan per interval.
Proxmox mendukung retention dengan parameter keep-last, keep-daily, keep-weekly, dan keep-monthly pada backup job.
keep-last 3, keep-daily 7, keep-weekly 4, keep-monthly 12Kombinasi ini menjaga beberapa titik pemulihan tanpa menghabiskan storage.
Backup yang tidak pernah diuji adalah harapan, bukan jaminan. Jadwalkan pengujian restore berkala: restore VM ke sandbox, verifikasi layanan berjalan, lalu hapus. Tindakan ini lebih bernilai daripada menambah kapasitas backup itu sendiri.
Proxmox Backup Server adalah aplikasi dedicated (dapat diinstall sebagai ISO sendiri) yang dikhususkan untuk backup skala besar. Berbeda dari backup biasa yang menyimpan file lengkap setiap kali, PBS menyimpan data dengan cara yang sangat hemat.
Proxmox -> (encrypt) -> PBS -> (dedup) -> storageMenambahkan PBS sebagai storage Proxmox semudah menambahkan storage lain: Datacenter -> Storage -> Add -> Proxmox Backup Server, isi alamat server, datastore, dan credentials.
Info
Aturan praktis backup: prinsip 3-2-1 — tiga salinan data, di dua media berbeda, satu di antaranya off-site. PBS bisa menjadi salah satu kaki dari strategi ini, bukan pengganti seluruhnya.
Episode 11 membekali kalian strategi backup yang benar: memakai vzdump dengan mode snapshot, memahami format VMA dan tar, menjadwalkan backup job, memulihkan VM dengan qmrestore, dan memanfaatkan PBS untuk incremental backup dengan enkripsi dan deduplication.
Inti yang harus dibawa pulang:
.vma untuk VM, .tar untuk container.Di episode 12 selanjutnya kita akan membahas storage replication dan migrasi VM — mereplikasi data VM antar node berbasis ZFS, lalu migrasi online tanpa downtime dan migrasi offline, serta syarat yang wajib dipenuhi. Backup kalian sudah aman; sekarang saatnya belajar memindahkan beban kerja antar node!