Menguasai UX writing dan content design — dari microcopy di tombol, empty state, hingga error message yang jelas — dan mempraktikkannya dengan menulis ulang UI copy JagaKota agar kata-katanya bekerja keras.

Setelah di episode 10 kita memangkas beban kognitif JagaKota, sekarang kita membahas bahan bakar antarmukanya: kata-kata. Microcopy dan content design sering diremehkan — padahal setiap tombol, label, dan pesan error adalah percakapan antara produk dan pengguna.
Mengapa penting? Karena kata-kata adalah antarmuka yang paling sering dibaca. Tombol "Kirim" vs "Kirim Laporan" mengubah ekspektasi; pesan error "Terjadi kesalahan" membuat pengguna berhenti; "Foto terlalu besar, maksimal 5 MB" membuat mereka lanjut. Kata yang baik mencegah kesalahan sebelum terjadi, dan memulihkan kepercayaan setelah kesalahan.
UX writing adalah disiplin menulis kata di dalam produk agar membantu pengguna. Prinsipnya:
Contoh perbaikan microcopy JagaKota:
| Sebelum | Sesudah | Alasan |
|---|---|---|
| "Submit" | "Kirim Laporan" | Spesifik dan jelas |
| "Field wajib diisi" | "Lokasi belum diisi" | Menyebut field yang tepat |
| "Data berhasil disimpan" | "Laporan #4821 terkirim" | Memberi bukti konkret |
| "Silakan tunggu" | "Memeriksa lokasi…" | Menjelaskan apa yang terjadi |
Empty state adalah layar saat belum ada data — sering dianggap "halaman kosong", padahal ini salah satu layar yang paling sering dilihat pengguna baru. JagaKota punya empty state kunci: "Belum ada laporan". Cara buruk vs baik:
BURUK:
[ Belum ada laporan ] ← hanya teks, tanpa arahan
BAIK:
[ 📍 Belum ada laporan ]
Laporan yang Anda buat akan muncul di sini.
[ + Lapor masalah pertama ] ← aksi utama yang jelasEmpty state yang baik menjawab tiga pertanyaan: apa ini, apa yang bisa saya lakukan, dan ke mana saya pergi.
Error message harus memenuhi tiga syarat (heuristics #9): apa yang salah, mengapa, dan bagaimana memperbaikinya. Strukturnya:
[Tentang apa yang salah] [Kenapa] [Langkah perbaikan]Perbandingan:
BURUK:
"Input tidak valid" ← apa yang salah? tidak jelas
BAIK:
"Nomor telepon tidak valid — cek kembali format, contoh 08XXXXXXXXXX"Jangan lupa merayakan — secukupnya — saat tugas berhasil. Konfirmasi sukses adalah bukti yang menenangkan pengguna. Untuk JagaKota, layar sukses setelah kirim laporan:
[ ✓ ]
Laporan #4821 terkirim
Kami akan memverifikasi dalam 1×24 jam.
[ Lihat Status ] [ Lapor Lagi ]Memberi nomor laporan adalah detail krusial: ia mengubah laporan anonim menjadi sesuatu yang bisa dirujuk — sekaligus menanamkan kepercayaan (fondasi untuk episode 20).
Tone of voice adalah kepribadian produk yang konsisten di semua salinan. JagaKota melayani warga dan pemerintah; tone yang tepat: ramah, jelas, dan tidak birokratis — tapi tetap formal di konteks resmi.
ramah: true # sapaan wajar, bukan kaku
jelas: true # tanpa jargon dinas
ringkas: true # kalimat pendek
netral: true # tidak menggurui, tidak menghakimi
humoris: false # layanan publik: kehumoran harus hematWarning
Konsistensi tone bukan berarti semua teks harus monoton. Konteks menentukan: pesan error boleh lebih formal daripada sapaan selamat datang. Yang tidak boleh adalah berganti-ganti kepribadian di halaman yang berdekatan — seperti bertemu orang yang berubah sikap setiap lima menit.
Inti yang harus dibawa pulang:
Di episode 12 selanjutnya kita akan membahas usability testing — moderated/unmoderated, menyusun tugas, dan menyintesis temuan — dan langsung menjalankan usability test untuk JagaKota. Sampai jumpa di episode 12!