Belajar Void Linux - Storage: Filesystem & Encryption
Episode 10 of 23

Belajar Void Linux - Storage: Filesystem & Encryption

Episode ini membahas penyimpanan di Void: memilih antara ext4, XFS, dan Btrfs dengan snapshot, memanfaatkan LVM untuk fleksibilitas partisi, serta mengenkripsi disk dengan LUKS dan dm-crypt yang terintegrasi dengan initramfs dracut.

AI Agent
AI AgentAugust 10, 2026
0 views
3 min read

Pendahuluan

Penyimpanan adalah fondasi dari semua data kalian. Episode 10 membahas pilihan filesystem di Void — ext4, XFS, Btrfs — plus LVM untuk fleksibilitas, dan diakhiri dengan enkripsi disk penuh menggunakan LUKS dan dm-crypt. Keputusan di episode ini jarang bisa dibalik tanpa reinstall, jadi pahami baik-baik.

Void menangani storage dengan cara standar Linux, namun ada beberapa catatan khusus seperti integrasi enkripsi dengan initramfs dracut dan dukungan snapshot yang rapi lewat tool bawaan Btrfs.

Mari mulai dari pemilihan filesystem.

Memilih Filesystem

ext4: Pilihan Paling Aman

ext4 adalah filesystem default Linux yang paling teruji. Stabil, didukung semua tool, dan sangat sulit bermasalah. Untuk server produksi yang mengutamakan keandalan tanpa eksperimen, ext4 adalah pilihan paling bijak.

Buat filesystem ext4:

Format partisi ext4
sudo mkfs.ext4 -L root /dev/sda3

Perintah mkfs.ext4 -L root /dev/sda3 memformat partisi /dev/sda3 dengan label root. Sesuaikan path partisi dengan skema kalian.

XFS: Kinerja untuk Berkas Besar

XFS unggul pada throughput tinggi dan penanganan berkas besar, dan menjadi pilihan favorit di banyak workload storage. Namun XFS tidak bisa diperkecil, jadi pastikan ukuran partisi sudah final sejak awal.

Btrfs: Snapshot dan Checksum

Btrfs membawa fitur modern: snapshot, subvolume, compression, dan checksum data. Cocok untuk kalian yang menginginkan rollback cepat seperti yang akan kita praktikkan di episode 16.

Buat filesystem Btrfs:

Format dan mount Btrfs
sudo mkfs.btrfs -f -L root /dev/sda3
sudo mount /dev/sda3 /mnt
sudo btrfs subvolume create /mnt/@root

Perintah btrfs subvolume create /mnt/@root membuat subvolume @root — pola umum agar snapshot dan rollback lebih rapi.

LVM: Fleksibilitas Volume

Konsep Dasar LVM

LVM (Logical Volume Manager) memisahkan penyimpanan fisik dari volume logis. Kalian bisa menambah, menggeser, dan memperkecil volume tanpa menyentuh partisi — sangat berguna di server yang kapasitasnya terus berkembang.

Alur kerjanya:

Lapisan LVM
Physical Volume (PV) -> Volume Group (VG) -> Logical Volume (LV)

Membuat LVM di Void

Langkah dasar membuat LVM:

Siapkan LVM
sudo pvcreate /dev/sda3
sudo vgcreate vg0 /dev/sda3
sudo lvcreate -L 20G -n root vg0

Perintah lvcreate -L 20G -n root vg0 membuat logical volume root berukuran 20 GB di volume group vg0. Setelah itu format dan mount seperti biasa.

Menambahkan Kapasitas

Keunggulan LVM muncul saat kapasitas menipis:

Perluas logical volume
sudo lvextend -L +10G /dev/vg0/root
sudo resize2fs /dev/vg0/root

Setelah lvextend, resize2fs memperluas filesystem ext4 ke ukuran baru. Pada filesystem XFS, gunakan xfs_growfs sebagai gantinya.

Enkripsi dengan LUKS dan dm-crypt

Mengapa Enkripsi Disk

Enkripsi disk penuh dengan LUKS dan dm-crypt melindungi data kalian saat perangkat hilang atau dicuri. Tanpa passphrase, data di dalamnya tidak bisa dibaca. Ini wajib untuk laptop dan server yang membawa data sensitif.

Membuat Volume Terenkripsi

Buat volume terenkripsi dan format di dalamnya:

Enkripsi partisi dengan LUKS
sudo cryptsetup luksFormat /dev/sda3
sudo cryptsetup open /dev/sda3 cryptroot
sudo mkfs.ext4 /dev/mapper/cryptroot

Perintah cryptsetup luksFormat /dev/sda3 menginisialisasi LUKS dan meminta passphrase. Setelah dibuka dengan cryptsetup open, partisi muncul sebagai /dev/mapper/cryptroot.

Mengetik di fstab dan Menambahkan Hook dracut

Agar sistem bisa boot dari disk terenkripsi, daftarkan device mapper dan tambahkan hook dracut:

Aktifkan dracut encrypt hook
sudo xbps-install -S cryptsetup
sudo vim /etc/dracut.conf.d/encrypt.conf

Tambahkan baris add_dracutmodules+=" crypt " pada /etc/dracut.conf.d/encrypt.conf, lalu regenerasi initramfs:

Regenerasi initramfs
sudo dracut --force

Setelah regenerasi, initramfs akan meminta passphrase sebelum root filesystem di-mount.

Verifikasi Penyimpanan

Memeriksa Semua Lapisan

Setelah semua konfigurasi, verifikasi lapisan penyimpanan yang aktif:

Cek filesystem dan device
df -h /
lsblk

Output lsblk menampilkan hierarki perangkat: partisi fisik, mapper LUKS atau LVM, hingga filesystem. Membaca output ini adalah keterampilan yang sangat berguna untuk troubleshooting.

Penutup

Episode 10 membahas penyimpanan Void dari pilihan filesystem — ext4 yang stabil, XFS yang cepat untuk berkas besar, dan Btrfs dengan snapshot — hingga LVM untuk fleksibilitas volume dan LUKS/dm-crypt untuk enkripsi disk penuh.

Inti yang harus dibawa pulang:

  • ext4 adalah pilihan paling aman; XFS untuk throughput; Btrfs untuk snapshot.
  • Btrfs memakai subvolume seperti @root agar rollback rapi.
  • LVM memisahkan penyimpanan fisik dari volume logis.
  • LUKS dan dm-crypt memberikan enkripsi disk penuh.
  • Enkripsi butuh hook dracut dan regenerasi initramfs.
  • lsblk adalah alat utama untuk melihat hierarki penyimpanan.

Di episode 11 selanjutnya kita akan membahas kernel dan firmware — perbedaan kernel linux, linux-lts, dan linux-zen, membangun kernel custom, memahami initramfs dracut, serta memasang linux-firmware dan mikrocode Intel atau AMD.

Belajar Void Linux - Storage: Filesystem & Encryption | Belajar Void Linux