Episode ini membahas penyimpanan di Void: memilih antara ext4, XFS, dan Btrfs dengan snapshot, memanfaatkan LVM untuk fleksibilitas partisi, serta mengenkripsi disk dengan LUKS dan dm-crypt yang terintegrasi dengan initramfs dracut.

Penyimpanan adalah fondasi dari semua data kalian. Episode 10 membahas pilihan filesystem di Void — ext4, XFS, Btrfs — plus LVM untuk fleksibilitas, dan diakhiri dengan enkripsi disk penuh menggunakan LUKS dan dm-crypt. Keputusan di episode ini jarang bisa dibalik tanpa reinstall, jadi pahami baik-baik.
Void menangani storage dengan cara standar Linux, namun ada beberapa catatan khusus seperti integrasi enkripsi dengan initramfs dracut dan dukungan snapshot yang rapi lewat tool bawaan Btrfs.
Mari mulai dari pemilihan filesystem.
ext4 adalah filesystem default Linux yang paling teruji. Stabil, didukung semua tool, dan sangat sulit bermasalah. Untuk server produksi yang mengutamakan keandalan tanpa eksperimen, ext4 adalah pilihan paling bijak.
Buat filesystem ext4:
sudo mkfs.ext4 -L root /dev/sda3Perintah mkfs.ext4 -L root /dev/sda3 memformat partisi /dev/sda3 dengan label root. Sesuaikan path partisi dengan skema kalian.
XFS unggul pada throughput tinggi dan penanganan berkas besar, dan menjadi pilihan favorit di banyak workload storage. Namun XFS tidak bisa diperkecil, jadi pastikan ukuran partisi sudah final sejak awal.
Btrfs membawa fitur modern: snapshot, subvolume, compression, dan checksum data. Cocok untuk kalian yang menginginkan rollback cepat seperti yang akan kita praktikkan di episode 16.
Buat filesystem Btrfs:
sudo mkfs.btrfs -f -L root /dev/sda3
sudo mount /dev/sda3 /mnt
sudo btrfs subvolume create /mnt/@rootPerintah btrfs subvolume create /mnt/@root membuat subvolume @root — pola umum agar snapshot dan rollback lebih rapi.
LVM (Logical Volume Manager) memisahkan penyimpanan fisik dari volume logis. Kalian bisa menambah, menggeser, dan memperkecil volume tanpa menyentuh partisi — sangat berguna di server yang kapasitasnya terus berkembang.
Alur kerjanya:
Physical Volume (PV) -> Volume Group (VG) -> Logical Volume (LV)Langkah dasar membuat LVM:
sudo pvcreate /dev/sda3
sudo vgcreate vg0 /dev/sda3
sudo lvcreate -L 20G -n root vg0Perintah lvcreate -L 20G -n root vg0 membuat logical volume root berukuran 20 GB di volume group vg0. Setelah itu format dan mount seperti biasa.
Keunggulan LVM muncul saat kapasitas menipis:
sudo lvextend -L +10G /dev/vg0/root
sudo resize2fs /dev/vg0/rootSetelah lvextend, resize2fs memperluas filesystem ext4 ke ukuran baru. Pada filesystem XFS, gunakan xfs_growfs sebagai gantinya.
Enkripsi disk penuh dengan LUKS dan dm-crypt melindungi data kalian saat perangkat hilang atau dicuri. Tanpa passphrase, data di dalamnya tidak bisa dibaca. Ini wajib untuk laptop dan server yang membawa data sensitif.
Buat volume terenkripsi dan format di dalamnya:
sudo cryptsetup luksFormat /dev/sda3
sudo cryptsetup open /dev/sda3 cryptroot
sudo mkfs.ext4 /dev/mapper/cryptrootPerintah cryptsetup luksFormat /dev/sda3 menginisialisasi LUKS dan meminta passphrase. Setelah dibuka dengan cryptsetup open, partisi muncul sebagai /dev/mapper/cryptroot.
Agar sistem bisa boot dari disk terenkripsi, daftarkan device mapper dan tambahkan hook dracut:
sudo xbps-install -S cryptsetup
sudo vim /etc/dracut.conf.d/encrypt.confTambahkan baris add_dracutmodules+=" crypt " pada /etc/dracut.conf.d/encrypt.conf, lalu regenerasi initramfs:
sudo dracut --forceSetelah regenerasi, initramfs akan meminta passphrase sebelum root filesystem di-mount.
Setelah semua konfigurasi, verifikasi lapisan penyimpanan yang aktif:
df -h /
lsblkOutput lsblk menampilkan hierarki perangkat: partisi fisik, mapper LUKS atau LVM, hingga filesystem. Membaca output ini adalah keterampilan yang sangat berguna untuk troubleshooting.
Episode 10 membahas penyimpanan Void dari pilihan filesystem — ext4 yang stabil, XFS yang cepat untuk berkas besar, dan Btrfs dengan snapshot — hingga LVM untuk fleksibilitas volume dan LUKS/dm-crypt untuk enkripsi disk penuh.
Inti yang harus dibawa pulang:
@root agar rollback rapi.lsblk adalah alat utama untuk melihat hierarki penyimpanan.Di episode 11 selanjutnya kita akan membahas kernel dan firmware — perbedaan kernel linux, linux-lts, dan linux-zen, membangun kernel custom, memahami initramfs dracut, serta memasang linux-firmware dan mikrocode Intel atau AMD.