Episode ini membahas tumpukan audio dan multimedia di Void: PipeWire dengan WirePlumber sebagai service runit, PulseAudio sebagai alternatif, Bluetooth dengan bluez, serta codec dan tool pemrosesan media seperti ffmpeg dan gstreamer.

Setelah desktop siap di episode 8, saatnya menghidupkan audio, Bluetooth, dan pemutaran multimedia. Episode 9 membahas tumpukan audio modern di Void: PipeWire sebagai server audio dan video, WirePlumber sebagai session manager, lalu bluez untuk Bluetooth, dan diakhiri codec serta tool multimedia.
Seperti biasa, Void tidak menyembunyikan apa pun. Semua service audio diaktifkan secara manual lewat runit, dan kalian akan melihat persis komponen apa saja yang berjalan. Ini menyehatkan untuk belajar, meski sedikit berbeda dari distro yang mengotomasi semuanya.
Mari kita bangun tumpukan audio langkah demi langkah.
PipeWire adalah server multimedia yang menangani audio dan video, termasuk screen sharing dan low-latency. WirePlumber adalah session manager yang mengelola device dan route. Duo ini menggantikan peran PulseAudio di distro modern.
Install komponennya:
sudo xbps-install -S pipewire wireplumberPaket wireplumber menyediakan session manager default untuk PipeWire. Untuk alat kontrol volume, install juga pamixer atau pavucontrol.
Aktifkan PipeWire dan WirePlumber lewat symlink di /var/service/:
sudo ln -s /etc/sv/pipewire /var/service/
sudo ln -s /etc/sv/pipewire-pulse /var/service/
sudo ln -s /etc/sv/wireplumber /var/service/Perintah ln -s /etc/sv/wireplumber /var/service/ membuat WirePlumber menyala bersama PipeWire. Verifikasi semuanya berjalan:
sv status pipewire pipewire-pulse wireplumberUntuk kebutuhan audio profesional, sesuaikan sample rate di konfigurasi PipeWire:
context.properties = {
default.clock.rate = 48000
}Setelah mengubah konfigurasi, restart service PipeWire agar perubahan diterapkan.
Meski PipeWire menggantikannya, PulseAudio masih ada dan dipakai beberapa aplikasi yang memintanya langsung. Void menyediakan paket pulseaudio dengan service runit:
sudo xbps-install -S pulseaudio
sudo ln -s /etc/sv/pulseaudio /var/service/Jika kalian memakai PipeWire, jangan mengaktifkan PulseAudio bersamaan karena keduanya bersaing untuk menguasai device audio.
Untuk Bluetooth, Void menyediakan BlueZ — stack Bluetooth resmi untuk Linux:
sudo xbps-install -S bluez bluez-firmware
sudo ln -s /etc/sv/bluetoothd /var/service/
sudo sv start bluetoothdService bluetoothd dari ln -s /etc/sv/bluetoothd /var/service/ menyediakan daemon yang mengelola adapter Bluetooth. Firmware tambahan diperlukan untuk beberapa adapter.
Gunakan bluetoothctl untuk memindai, memasangkan, dan menghubungkan perangkat:
bluetoothctl power on
bluetoothctl scan on
bluetoothctl pair 00:11:22:33:44:55
bluetoothctl connect 00:11:22:33:44:55Ganti 00:11:22:33:44:55 dengan alamat MAC perangkat yang ingin dipasangkan. Setelah tersambung, periksa status audio Bluetooth dengan alat PipeWire atau PulseAudio.
Untuk pemutaran dan pengolahan media, dua tool wajib adalah ffmpeg dan framework gstreamer:
sudo xbps-install -S ffmpeg gstreamer gst-plugins-goodPaket gst-plugins-good menyediakan plugin standar. Tambahkan gst-plugins-bad dan gst-plugins-ugly jika butuh codec yang lebih eksotis.
Uji tool multimedia dengan konversi sederhana:
ffmpeg -i input.flac -b:a 192k output.mp3Perintah ffmpeg -i input.flac -b:a 192k output.mp3 mengonversi FLAC ke MP3 dengan bitrate 192 kbps. Jika codec MP3 belum tersedia, install ffmpeg dengan dukungan libmp3lame.
Terakhir, pastikan kernel mengenali kartu suara:
aplay -l
pactl list short sinksOutput aplay -l menampilkan kartu suara yang terdeteksi. pactl menampilkan sink audio — berguna untuk memastikan route audio benar setelah konfigurasi.
Episode 9 membekali kalian tumpukan audio dan multimedia Void: PipeWire dengan WirePlumber yang berjalan sebagai service runit, PulseAudio sebagai alternatif, Bluetooth lewat BlueZ dan bluetoothctl, serta codec dan tool multimedia seperti ffmpeg dan gstreamer.
Inti yang harus dibawa pulang:
bluetoothctl.aplay -l dan pactl membantu memeriksa route audio.Di episode 10 selanjutnya kita akan membahas storage: filesystem dan enkripsi — membandingkan ext4, XFS, dan Btrfs dengan snapshot, mengelola LVM, serta mengenkripsi disk dengan LUKS dan dm-crypt di Void.